Author : Arcclay
~Yuli Pov~
“Kok kamu senyum-senyum mulu dari tadi?” tanya mbak Yeyen saat memergokiku sedang senyum-senyum gaje.
“Lagi senang mbak,” jawabku sambil mendekap nampan di depan dadaku.
“Senang kenapa?” tanya mbak Yeyen lagi.
“Ya senang karena sudah dapat kerjaan tetap mbak hehehe…” aku menundukkan kepalaku dan melihat ujung kakiku yang terbungkus sepatu pantofel tanpa hak (??).
“Hehehehe…lucu ya kamu itu. Jadi pembantu aja suka,” kata mbak Yeyen.
“Pembantu?” tanyaku bingung.
“Iya. Kerja kayak gini kan sama aja kerja kayak pembantu. Tapi pembantu elit,” jawab mbak Yeyen sambil menuang air panas ke dalam tujuh gelas kosong.
“Bener tuh hehehe…” sahut pak Kosim.
Sedangkan aku hanya mangguk-mangguk mengerti.
“Ini diantar ke ruang tiga ya,” suruh mbak Yeyen sambil menata gelas-gelas yang berisi kopi itu ke dalam nampan yang aku bawa.
Aku langsung berjalan menuju ruang tiga yang berseberangan dengan tempat para cleaning Continue reading