Monthly Archives: February 2012

Jarak

Meski kau jauh di sana

Akan kupastikan bahwa perasaanku tersampaikan.

=+=+=

Cherry Chibi presents~

JARAK

[Sebuah cerita fiksi romantika bi]

Happy reading~

=+=+=

6 Jan Continue reading


Love Storm 13

Author : Arcclay

~Kevin Pov~
Aku terus menatap Herlin dengan jengkel. Kelakuan Herlin makin menjadi sejak peristiwa di toilet itu. Setiap ada kesempatan, dia selalu datang ke kelasku, bersikap sok akrab denganku dan bersikap manja ke Rey. Tingkahnya itu sudah membuatku gerah beberapa minggu ini. Gimana nggak gerah kalau melihat dia selalu bermanja-manja ke Rey, memeluk Rey, mencium pipi Rey dan masih banyak lagi keganjenannya ke Rey. Sedangkan kalau denganku, dia selalu berusaha mengajakku ngobrol, mengajakku keluar berdua, sok perhatian dengan menanyakan kabarku, dan membawakanku bekal atau camilan (alasannya sih untuk ucapan terima kasih karena sudah menolongnya dulu). Herlin juga pernah meminta nomor hp ku, tapi nggak aku kasih. Nggak cuma itu aja, dia juga sering bertanya ke aku tentang kenapa aku bisa membencinya, tapi aku hanya diam dan nggak menjawab pertanyaannya. Gila aja kalau aku bilang ke dia alasan kenapa aku membencinya. Bisa panjang urusannya nanti –a.

Sebenarnya aku dan Rey sudah berusaha menghindar dari Herlin, tapi cewek itu selalu bisa menemukan kami. Seperti sekarang, saat aku dan Rey sedang makan bakso di depan kampus, Herlin tiba-tiba saja nongol dan langsung duduk di antara aku dan Rey. Dan nggak butuh waktu lama, dia sudah bermanja-manja ke Rey. Ya ampun…aku benar-benar membencinya. Sangat membencinya.

“Reeeeyyy…seminggu lagi kan aku ultah. Kamu mau ngasih kado apa buat aku?” tanya Herlin yang langsung membuatku Continue reading


Spring of Japan (Chapter 2)

Genre: Romance and Friendship

Setting: Japan

Rated: T

By: Ruechi (Pink)

-Original Story not Fanfict-

(this is a fiksi story not a real story)

~~

chapter 2
Continue reading


Spring of Japan (Chapter 1)

Genre: Romance and Friendship

Setting: Japan

Rated: T

By: Ruechi (Pink)

-Original Story not Fanfict-

(this is a fiksi story not a real story)

~~

Chapter 1

-Shou Pov-

“Eh… cowok culun udah datang tuh,” kata segerombolan teman yang berada di depan kelasku, aku cuek saja dan buru-buru masuk ke dalam kelas dan duduk di salah satu bangku di pojokan dekat meja guru.

Sudah menjadi kebiasaan kalau aku dikatai oleh teman-temanku, beginilah aku… namaku Shouya dan sering dipanggil Shou atau si anak culun, cowok yang berusia 16 tahun dengan tampang biasa-biasa saja, kulit yang putih dan tinggi badanku yang tidak memungkinkan, warna rambutku berwarna coklat muda, memakai kacamata besar sehingga aku sering di katai ‘cowok culun’ oleh orang-orang.

Seperti hari biasanya, aku duduk diam di pojokan sambil membaca buku pelajaran untuk nanti.

“Wah, hari ini udah rajin aja tuh…”

“Biasa, si cowok culun itu kan memang berkewajibannya belajar.”

“Ups! Aku lupa… dia kan kekurangan biaya untuk masuk sini, makanya dia belajar, hahaha…”

“Bener-bener, hahaha…”

Aku tahu mereka sedang menyindirku, aku memang bukan dari keluarga yang terpandang, hidupku hanyalah sederhana, ayahku bekerja sebagai pegawai biasa di suatu perusahaan yang tidak terlalu besar dan gajinya juga tidak terlalu besar, lalu ibuku bekerja sebagai ibu rumah tangga.

Sehingga orang-orang tidak mau berteman denganku hanya karena masalah ekonomi, tapi… aku juga gak butuh teman, untuk apa ada teman? Teman itu hanya menyusahkan dan menghambat masa depan kita, kecuali untuk—

“Minna-san, ohayou…” teriak salah satu cowok dengan senyum khasnya, aku yang sedang fokus pada bukuku kini mataku berfokus kepadanya, entah kenapa hanya dia saja orang yang kukagumi. Wajahnya yang tampan, rambutnya yang berwarna coklat tua dan mata yang berwarna Continue reading


Don’t Say Goodbye 4

Author : Arcclay

~Yuli Pov~

Aku terus terdiam sambil menatap heningnya malam yang menyimpan sejuta misteri menakutkan. Mungkin menakutkan yang aku maksud di sini hanya berlaku untukku.

 

“Kamu nggak apa-apa?” tanya perempuan tomboy yang ternyata bernama Qian.

“I…iya. Saya nggak apa-apa,” jawabku tergagap.

 

Aku kembali memfokuskan pandanganku ke jalanan sepi yang kami lalui.

  Continue reading