Author Archives: arcclay

Antara Ruang dan Waktu 6

Author : Arcclay

~6~

Aku sudah nggak tau sudah berapa lama aku terjebak di tubuh matiku ini. Aku seperti zombie yang sudah kehilangan rasa. Tubuhku mati rasa, apalagi jiwaku. Yang aku tau, aku terpenjara dalam tubuh matiku dan terperangkap di ruangan yang selalu berbau obat. Aku sendiri dan aku kesepian. Nggak ada yang aku kenal di sini. Biarpun mereka sangat baik padaku, aku nggak kenal mereka semua. Dan itu membuatku bingung dan takut. Sampai sekarang aku belum melihat ayah dan ibuku. Aku nggak tau gimana kabar mereka dan ada di mana mereka sekarang. Aku sendiri mulai meragukan kedatangan mereka ke sini untuk mencariku. Berbagai dugaan selalu muncul di benakku. Jangan-jangan mereka sudah melupakanku. Atau mereka mendapat kecelakaan di saat aku nggak sadarkan diri. Atau mereka memang sengaja membuangku yang sudah lumpuh ini. Ya biarpun aku sadar kalau mereka nggak mungkin membuangku cuma karena aku lumpuh.

 

Aku melirik ke jendela kamar.

 

Hujan. Continue reading


Love Storm 24

Author : Arcclay

~Kevin Pov~

Daritadi aku memperhatikan Rey yang sedang menulis di white board. Aku sedikit khawatir dengannya hari ini. Pagi tadi aku melihatnya sedang meminum obat penurun panas. Aku sudah menyuruhnya untuk istirahat di rumah saja, tapi dia nya tetap aja nekat. Benar-benar orang yang keras kepala.

Tiba-tiba…

Brruuugghhh…

Mataku melotot kaget saat Rey terjatuh dan pingsan.

Aku yang panic langsung menyerbu tubuhnya dan mencoba mengangkatnya. Tapi gagal. Aku sedikit kepayahan. Akhirnya dengan dibantu beberapa teman cowok, aku mengangkat Rey sampai ke Lab Akuntansi yang memang kosong kerena nggak ada jadwal kuliah di sana.

“Rey?!” panggilku sambil mengipasi tubuhnya dengan kertas yang aku temukan di sana. Continue reading


Antara Ruang dan Waktu 5

Author : Arcclay

~Arcclay Pov~

eh maaf ya tmn2..yg part 4 ada perubahan dikit hehehe…klo yg part 4 mw d baca ulang ssilahkan hehee…dikit kok perubahannya ^^

~5~

~Author Pov~

Sudah beberapa jam lamanya Willy menemani Dicky di kamarnya. Setelah Dicky terlelap, Willy pun langsung keluar dari kamar Dicky sambil menenteng baki yang berisi mangkuk dan gelas. Baki itu di letakkan Willy di dapur. Dapur yang terlihat sepi. Biasanya ada bi Yunem di sana, tapi bi Yunem sedang cuti karena anaknya menikah. Setelah itu Willy kembali melangkahkan kakinya. Dia nggak masuk ke kamar Dicky yang ada di lantai dua. Willy terus melangkahkan kakinya sampai ke ruang keluarga dan langsung menelfon dokter Petrus. Dia menelfon dokter Petrus untuk datang ke rumahnya besok dan menyuruhnya untuk memasang selang makan atau biasa disebut pipa lambung dan melepas kateter Dicky. Tapi ternyata dokter Petrus berencana akan memasangkan pipa lambung sore ini juga. Menurutnya, menunda pemasangan pipa lambung nggak baik untuk Dicky. Karena ada beberapa obat yang harus di minum langsung dan nggak bisa di masukkan lewat selang infuse. Lagipula dengan pipa lambung, Dicky bisa menerima nutrisi yang di butuhkan tubuhnya dengan lebih baik. Setelah percakapan Willy dan dokter Petrus selesai, Willy kembali melangkahkan kakinya. Dia berjalan kearah kamar Natan. Natan yang sedang asyik membaca novel hanya melirik sekilas kedatangan kakaknya.

“Kamu…jangan berbuat aneh-aneh lagi ke Dicky!” kata Willy palan tapi penuh penekanan di setiap kata-katanya. Continue reading


Antara Ruang dan Waktu 4

Author : Arcclay

~4~

Aku kembali membuka ke dua mataku saat merasakan ada yang mengusap tubuhku. Tenyata ada seorang bapak-bapak yang sedang membersihkan tubuhku dengan handuk kecil yang di rendam air hangat terlebih dahulu. Seketika itu juga aku merasa malu. Baru kali ini aku telanjang di hadapan orang lain. Tapi aku nggak bisa apa-apa. Sampai sekarang tubuhku masih belum bisa di gerakkan.

 

Sekarang bapak itu membersihkan leherku. Sekilas aku jadi teringat dengan ayah. Sampai sekarang ayah belum menjengukku, apa ayah nggak tau kalau anaknya sudah sadar?

 

Kali ini bapak itu mulai mengeringkan tubuhku dengan handuk kering. Setelah itu dia memakaikan baju bersih padaku. Entah kenapa tiba-tiba aku teringat dengan seseorang yang selalu menyentuhku saat aku masih masih terjebak di kegelapan. Apa bapak ini yang selalu membersihkan tubuhku? Tapi kenapa sentuhannya terasa berbeda? Apa cuma perasaanku? Continue reading


Love Storm 23

Author : Arcclay

~Miko Pov~
Aku mendengus kesal saat Kevin nggak membalas-balas smsku yang aku kirim. Dari 50 sms yang aku kirim, dia hanya membalas 10 sms. Duh…aku benar-benar nggak tenang. Mungkin saja sekarang dia dan Rey sudah baikan, dan aku sudah nggak punya celah untuk masuk di hati Kevin. Bukannya aku mau menghancurkan hubungan mereka berdua. Aku cuma memanfaatkan situasi yang ada untuk menyusup ke hati Kevin. Kalau bisa sih menendang Rey dari hati Kevin tanpa sisa hahahaha…jahat juga ya aku. Ah nggak ah…dalam urusan cinta itu nggak ada yang jahat hehehe…

“Mik, ngapain kamu di gubuk terus?! Sana bantuin anak-anak nyiapin permainan!” kata Sebastian yang tiba-tiba nongol di gubuk, tempat para panitia cowok tidur.

Aku yang malas, langsung menarik selimut dan mencari posisi yang enak untuk tidur.

“Males. Aku capek. Ngantuk. Kemarin aku nggak tidur,” sahutku.

Aku mendengar Sebastian menghela nafas panjang. Setelah itu aku mendengar Sebastian masuk ke dalam gubuk lalu duduk di sampingku. Continue reading