Author : Arcclay
~Kevin Pov~
Aku, Rey dan Andre berlari-lari kecil melewati lorong yang sudah mulai sepi. Pagi ini aku terlambat bangun, akhirnya kami bertiga jadi terlambat ke sekolah.
Saat berlari melewati kantor kepala sekolah, tiba-tiba saja ada seseorang yang melintas didepanku.
BRRRUUUKKK…
“Aduh,” rintihku ketika aku terjatuh setelah menabraknya.
“Sorry, kamu nggak apa-apa?” sebuah suara terdengar panic. Dia mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri.
Aku terpana sewaktu melihat wajahnya.
Ya Tuhan dia cakep banget.
Tatapan matanya tajam lebih tajam dari Andre, rahangnya kokoh menghiasi wajahnya, bibirnya nggak bisa di bilang tipis tapi nggak bisa di bilang tebal juga tapi bisa di bilang sexy, kulitnya putih bersih dan badannya tinggi tegap.
“Hai kamu nggak apa-apa?” tanya cowok itu sambil mengibaskan tangannya di depan mukaku.
“A..aku nggak apa-apa. Sorry aku buru-buru jadi nggak liat,” kataku gugup.
“Oh bagus deh,” desisnya sambil tersenyum manis ke arahku.
Lagi-lagi aku tertegun melihatnya. Tapi aku langsung tersadar lagi.
“Aku duluan,” kataku sambil berlari meninggalkan cowok cakep itu.
Nggak ada waktu untuk mengagumi ketampanan cowok di waktu hampir telat masuk ke kelas. Apalagi jam pertama yang mengajar Pak Jati yang terkenal ‘angker’. Rey dan Andre sudah nggak terlihat lagi, rasanya mereka udah sampai di kelas lebih dulu. Akhirnya aku sampai juga di depan kelasku. Terlihat anak-anak masih terlihat bergerombol disana-sini. Pak Jati juga belum kelihatan batang hidungnya. Aku langsung masuk kelas dan duduk dibangku ku, sedangkan Andre sudah terlihat duduk manis di bangkunya bersama Rey di sampingnya. Aku kira Rey akan duduk bersamaku, ternyata nggak.
Continue reading