Category Archives: Love Storm (About Love and Friendship 2)

Love Storm 24

Author : Arcclay

~Kevin Pov~

Daritadi aku memperhatikan Rey yang sedang menulis di white board. Aku sedikit khawatir dengannya hari ini. Pagi tadi aku melihatnya sedang meminum obat penurun panas. Aku sudah menyuruhnya untuk istirahat di rumah saja, tapi dia nya tetap aja nekat. Benar-benar orang yang keras kepala.

Tiba-tiba…

Brruuugghhh…

Mataku melotot kaget saat Rey terjatuh dan pingsan.

Aku yang panic langsung menyerbu tubuhnya dan mencoba mengangkatnya. Tapi gagal. Aku sedikit kepayahan. Akhirnya dengan dibantu beberapa teman cowok, aku mengangkat Rey sampai ke Lab Akuntansi yang memang kosong kerena nggak ada jadwal kuliah di sana.

“Rey?!” panggilku sambil mengipasi tubuhnya dengan kertas yang aku temukan di sana. Continue reading


Love Storm 23

Author : Arcclay

~Miko Pov~
Aku mendengus kesal saat Kevin nggak membalas-balas smsku yang aku kirim. Dari 50 sms yang aku kirim, dia hanya membalas 10 sms. Duh…aku benar-benar nggak tenang. Mungkin saja sekarang dia dan Rey sudah baikan, dan aku sudah nggak punya celah untuk masuk di hati Kevin. Bukannya aku mau menghancurkan hubungan mereka berdua. Aku cuma memanfaatkan situasi yang ada untuk menyusup ke hati Kevin. Kalau bisa sih menendang Rey dari hati Kevin tanpa sisa hahahaha…jahat juga ya aku. Ah nggak ah…dalam urusan cinta itu nggak ada yang jahat hehehe…

“Mik, ngapain kamu di gubuk terus?! Sana bantuin anak-anak nyiapin permainan!” kata Sebastian yang tiba-tiba nongol di gubuk, tempat para panitia cowok tidur.

Aku yang malas, langsung menarik selimut dan mencari posisi yang enak untuk tidur.

“Males. Aku capek. Ngantuk. Kemarin aku nggak tidur,” sahutku.

Aku mendengar Sebastian menghela nafas panjang. Setelah itu aku mendengar Sebastian masuk ke dalam gubuk lalu duduk di sampingku. Continue reading


Love Storm 22

Author : Arcclay

~Author Pov~
Kevin yang penasaran dengan foto Rey, akhirnya terpaksa menuruti kemauan Herlin. Setelah meng-sms salah satu teman kelasnya untuk titip absen, Kevin langsung pergi meninggalkan kampus dengan Herlin. Di dalam mobil Kevin terus bertanya-tanya apa yang Herlin tau tentang Rey dan sebagainya.

“Kita sudah sampai,” kata Herlin membuyarkan lamunan Kevin.

Kevin langsung melihat pemandangan sekitar. Jangan kira itu adalah tempat dengan pemandangan bagus atau tempat yang bisa menyegarkan mata.

“Tempat pembungan sampah?!” tanya Kevin sambil menatap Herlin bingung.
“Iya, ini tempat pembuangan sampah,” sahut Herlin.
“Ngapain kita ke tempat ini?” tanya Kevin dengan perasaan sedikit was-was sambil melihat tanah lapang yang lebar dan dipenuhi oleh sampah.

Bayangkan saja, orang yang menjadi rival mu mengajakmu ke tempat pembuangan sampah yang sepi dan bau. Biarpun ada beberapa pemulung yang sedang mencari kaleng bekas, tapi jarak mereka sedikit jauh. Apalagi para pemulung itu Continue reading


Love Storm 21

Author : Arcclay

~Kevin Pov~
“Thanks,” kataku saat turun dari motor Miko.

Miko tersenyum.

Aku menundukkan kepalaku.

“Aku pulang dulu ya,” pamit Miko, sedangkan aku hanya menganggukkan kepalaku.

Setelah itu Miko langsung melajukan motornya setelah mengambil helm yang aku sodorkan. Aku juga nggak mau berlama-lama di luar, akupun langsung masuk ke dalam kost.

“Dari mana sampai malam gini?” tanya seseorang mengagetkanku yang masih mengunci pintu.

Aku langsung membalikkan badanku dan mendapati Rey berdiri nggak jauh dariku. Sedetik kemudian Rey berjalan mendekat kearahku. Mendadak aku jadi gugup. Continue reading


Love Storm 20

Author : Arcclay

~Kevin Pov~
“Lhoh ini kan…” desisku saat melihat café yang ada di depanku saat ini.
“Ini cafeku sekaligus rumahku,” kata cowok yang aku lupa namanya itu.
“Aku pernah ke sini sekali,” kataku sambil melepas helm dan menyerahkan helm itu padanya.
“Eh masa? Kapan? Sama Miko? Kok aku nggak tau ya?!” tanya cowok itu sambil memarkir motornya di depan café.

Aku terkekeh.

“Iya sama Miko. Aku juga nggak lihat kamu di sini kok,” jawabku sambil mengikuti cowok itu memasuki café.

Beberapa pasang mata langsung menatap kami berdua. Aku jadi sedikit malu juga datang ke café dengan keadaan brantakan gini. Basah kuyup nggak jelas. Tapi mau gimana lagi. Udah terlanjur juga kan?! Nggak tau kenapa saat cowok itu mengajakku ke rumahnya, aku mau aja ikut. Rasanya tadi aku sama sekali nggak punya tujuan mau kemana. Kalau pulang ke kost, aku nggak tau harus gimana kalau bertemu dengan Rey. Aku masih nggak siap kalau harus bertatap muka dengan Rey. Jadinya aku setuju saja saat cowok itu mengajakku ke rumahnya.

“Lhoh mas Diaz kok kebasahan gitu?” tanya waria yang pernah aku lihat di café ini dulu. Continue reading