Category Archives: The Memories of Him

The Memories of Him 36

Author : Arcclay

~Awe Pov~ (Final)
“Mama pulang dulu ya Ric, mau mandi-mandi dulu. Daritadi pagi mama belum mandi,” kata tante Yuni ke Rico.
“Mau aku anter?” tanya Rico yang membantu mamanya mengemasi barang-barang yang nggak perlu untuk di bawa pulang.
“Nggak usah. Kamu di sini aja nemenin Alvin sama Awe,” jawab tante Yuni, “oh ya We, kalau lapar kamu makan aja roti yang ada di sini,” kata tante Yuni ke aku.
“Iya tante. Aku akan makan rotinya kalau aku sudah selesai makan apel ini,” sahutku sambil menunjukkan apel yang sudah terbelah dua ke tante Yuni.
“Ih lucu banget sih kamu We,” kata tente Yuni, “coba anak-anak tante selucu dan seimut kamu, pasti tante jadi awet muda.”

Aku cuma tersenyum malu-malu mendengar omongan tante Yuni. Continue reading


The Memories of Him 35

Author : Arcclay

~Rico Pov~ (Pukul 04.28)

    Tidur lelapku terusik saat merasakan pegal di lengan kananku. Perlahan-lahan ku buka kelopak mataku yang masih terasa berat. Aku hampir terlonjak kaget kerena mendapati seseorang terlelap dalam pelukanku dan menggunakan lengan kananku sebagai bantalnya. Untuk beberapa saat aku masih terpaku dan berusaha menyimpulkan apa yang baru saja terjadi. Mataku sama sekali nggak berkedip sewaktu melihat sosok polos tanpa busana yang kini ada di dalam pelukanku. Tiba-tiba mukaku memanas saat mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.

Aaaahhhh….kok aku bisa lupa sih?!

Aku langsung mengusap wajahku dengan telapak tangan kiriku.

Ini benar-benar kado paling ekstrim yang pernah aku dapatkan biarpun terlambat satu hari >.<.

Tiba-tiba Awe mengerang pelan lalu merapatkan pelukannya di tubuhku. Ah… harus aku akui kalau jantungku sekarang berdetak sangat tidak normal. Mau gimana lagi, posisiku dan dia ini benar-benar sangat ekstrim. Paha kanannya yang mulus itu menimpa paha kiriku dan tanpa sengaja menyentuh juniorku yang sedang berkembang. Rasanya…sesuatu banget gitu (hahahaha…). Continue reading


The Memories of Him 34

Author : Arcclay

~Alvin Pov~ (Pukul 23.16)

    Sayup-sayup terdengar suara gaduh dari luar. Seperti suara motor yang mendekat. Aku ingin membuka mataku tapi mataku terasa berat untuk terbuka. Setelah aku paksakan, akhirnya aku berhasil membuka ke dua mataku juga. Dengan nafas yang semakin sulit aku dapatkan, aku berusaha untuk mengangkat tubuhku yang terasa sangat lemas.

“ALVIN!!” teriak seseorang, “APA YANG KALIAN LAKUKAN PADANYA??!! DASAR BRENGSEK KALIAN!!” orang itu masih berteriak.

“Pan…hah…haahh…Pandu,” desisku saat melihat sosoknya ada di ambang pintu.

“LEPASIN AKU ANJ**G!!” bentak Pandu saat tubuh dan tangannya di pegangin oleh enam orang dari D.A.L.

Aku berusaha bangun dan berdiri, tapi tiba-tiba tubuhku jatuh ke bawah. Aku baru sadar kalau aku tadi ada di atas meja yang di susun rapi dengan jaket D.A.L yang menutupi tubuhku. Tapi itu semua nggak aku perdulikan lagi saat melihat Pandu mendapat pukulan di wajahnya. Continue reading


The Memories of Him 33

Author : Arcclay

~Alvin Pov~ (Pukul 20.54)

Jalanan di depan café yang aku singgahi sekarang ini terlihat ramai dengan lalu-lalang kendaraan beroda dua dan empat. Sesekali terlihat juga beberapa pejalan kaki yang melintas di sisi-sisi jalan.

“Apa hanya ini yang bisa aku lakukan?” desisku sambil mengadung-aduk vanilla latte ku yang belum berkurangsama sekali sejak aku memesannya tadi.

Aku masih sangat ragu dengan keputusanku ini. Aku takut kalau keputusan yang aku ambil ini salah dan membuat semuanya makin kacau. Tapi aku nggak berani berbuat apa-apa selain ini. Ancaman Ryo membuatku ketakutan.

“Ayo,” terdengar sebuah suara dari sisi kiriku.

Ku amati cowok yang sedang berdiri di sisi kiriku itu.

“Aku Gin. Aku di suruh Ryo untuk menjemputmu,” kata cowok itu dengan muka datar. Sekilas aku jadi teringat sama Johan yang selalu bermuka datar.

Continue reading


The Memories of Him 32

Author : Arcclay

~Awe Pov~ (Pukul 17.35)

    “Lhoh Awe?!” seru tante Yuni, mama nya Rico saat membukakan pintu untukku, “cari Rico ya?!”

Aku langsung mengangguk.

“Rico ada di kamarnya tuh. Langsung masuk aja ke sana,” kata tante Yuni sambil memberiku jalan untuk masuk ke dalam rumahnya.

“Permisi ya tante,” desisku sambil mulai melangkahkan kakiku masuk ke dalam.

Tanpa sungkan lagi, akupun berjalan dan menaiki tangga menuju lantai dua.

“Sedang apa?” tanyaku ke Rico saat melihat Rico sedang sibuk dengan pintu kamarnya, “pintunya kenapa?” tanyaku lagi saat melihat pintu kamar Rico yang mengenaskan. Pintunya terlihat sedikit miring karena salah satu engselnya copot.

“Awe,” desis Rico saat melihatku, tapi sedetik kemudian perhatiannya sudah tersita lagi ke pintu, “ini lagi benerin pintu. Tadi habis bertengkar hebat sama kak Andi. Pintuku jadi sasaran kakinya. Ditendang sampai engselnya copot,” dengus Rico kesal. Continue reading